Laman

Minggu, 20 September 2015

Kedatangan Jepang ke Indonesia

Kedatangan Jepang ke Indonesia
  Latar belakang Jepang ikut PD II
Jepang ikut melibatkan diri dalam PD II karena ada beberapa penyebab diantaranya :
1.                  Dibukanya politik isolasi Jepang dan diterapkannya restorasi Meiji.
2.                  Berkembangnya Jepang menjadi Negara imperialis
3.                  Jepang berambisi menjadikan Asia dan dunia sebagai keluarga besar, dan Jepang menjadi pemimpinnya.
Dari poin ketiga inilah Jepang yang memang pada dasarnya merupakan Negara yang berbasis militer yang sangat kuat, semakin meningkatkan kekuatannya demi mewujudkan ambisinya. Hal tersebut dibuktikan dengan  pengeboman angkatan laut Amerika di Pearl Harbour pada tanggal 8 Desember 1941.

b.      Proses masuknya Jepang ke Indonesia
Sejak pengeboman Pearl Harbour oleh angkatan udara Jepang pada 8
Desember 1941, serangan terus dilancarkan ke angkatan laut Amerika. Selain itu, serangan Jepang juga diarahkan ke Indonesia. Serangan terhadap Indonesia tersebut bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak tanah, timah, dan aluminium. Sebab, persediaan minyak di Indonesia diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik.
Pada Januari 1942, Jepang mendarat di Indonesia melalui Ambon dan seluruh Maluku. Meskipun pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger ) dan pasukan Australia berusaha menghalangi, tapi kekuatan Jepang tidak dapat dibendung. Daerah Tarakan di Kalimantan Timur kemudian dikuasai oleh Jepang bersamaan dengan Balikpapan (12 Januari 1942). Jepang kemudian menyerang Sumatera setelah berhasil memasuki Pontianak. Bersamaan dengan itu Jepang melakukan serangan ke Jawa (Februari 1942).
Pada tanggal 1 Maret 1942, kemenangan tentara Jepang dalam Perang Pasifik menunjukkan kemampuan Jepang dalam mengontrol wilayah yang sangat luas, yaitu dari Burma sampai Pulau Wake. Setelah daerah-daerah di luar Jawa dikuasai, Jepang memusatkan perhatiannya untuk menguasai tanah Jawa sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda.
Dalam upaya menguasai Jawa, telah terjadi pertempuran di Laut Jawa, yaitu antara tentara Jepang dengan Angkatan Laut Belanda di bawah Laksamana Karel Doorman. Dalam pertempuran ini Laksamana Karel Doorman dan beberapa kapal Belanda berhasil ditenggelamkan oleh tentara Jepang. Sisa-sisa pasukan dan kapal Belanda yang berhasil lolos terus melarikan diri menuju Australia. Sementara itu, Jenderal Imamura dan pasukannya mendarat di Jawa pada tanggal 1 Maret 1942. Pendaratan itu dilaksanakan di tiga tempat, yakni di Banten dipimpin oleh Jenderal Imamura sendiri. Kemudian pendaratan di Eretan Wetan-Indramayu dipimpin oleh Kolonel Tonishoridan pendaratan di sekitar Bojonegoro dikoordinir oleh Mayjen Tsuchihashi. Tempat-tempat tersebut memang tidak diduga oleh Belanda.
Untuk menghadapi pasukan Jepang, sebenarnya Sekutu sudah mempersiapkan diri, yaitu antara lain berupa tentara gabungan ABDACOM, ditambah satu kompi Akademi Militer Kerajaan dan Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Jawa Barat. Di Jawa Tengah, telah disiapkan empat battalion infanteri, sedangkan di Jawa Timur terdiri tiga battalion pasukan bantuan Indonesia dan satu batalion marinir, serta ditambah dengan satuan-satuan dari Inggris dan Amerika. Meskipun demikian, tentara Jepang mendarat di Jawa dengan jumlah yang sangat besar, sehingga pasukan Belanda tidak mampu memberikan perlawanan. Pasukan Jepang dengan cepat menyerbu pusat-pusat kekuatan tentara Belanda di Jawa. Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh ke tangan Jepang. Tentara Jepang terus bergerak ke selatan dan menguasai kota Buitenzorg (Bogor). Dengan mudah kota-kota di Jawa yang lain juga jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Jenderal Ter Poorten atas nama komandan pasukan Belanda/Sekutu menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada Jepang yang diwakili Jenderal Imamura. Penandatanganan ini dilaksanakan di Kalijati, Subang. Dengan demikian berakhirlah penjajahan Belanda di Indonesia. Kemudian Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Jepang. Gubernur Jenderal Tjarda ditawan. Namun Belanda segera mendirikan pemerintahan pelarian (exile government) di Australia di bawah pimpinan H.J. Van Mook.
c.       Keterkaitan antara PD II dengan masuknya Jepang ke Indonesia
Keterkaitan antara PD II dengan masuknya Jepang ke Indonesia adalah dengan memasuki dan menguasai Indonesia Jepang bisa mendapatkan  cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak tanah, timah, dan aluminium untuk  mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik. Selain bantuan logistic, Jepang juga memaksa dan memanfaatkan tentara dan penduduk Indonesia untuk membantu Jepang melawan sekutunya dalam PD II.
d.      Jalur kedatangan Jepang hingga sampai Indonesia
Berikut jalur kedatangan Jepang hingga sampai di Indonesia

§  Jepang à Manchuria à Korea à Indo China à Thailand à Burma à Filipina à Malaysia à Brunei Darussalam à Tarakan-Kalimantan (Indonesia)

Sumber :

§         Buku Pegangan Siswa Sejarah Indonesia SMA Kelas 11 Kurikulum 2013 Semester 2 (matematohir.wordpress.com)

2 komentar: